Selasa, 25 November 2014

Resume Kelompok 5. Perubahan Dan Perkembangan Dalam Organisasi

Perubahan adalah sesuatu yang pasti akan terjadi dalam setiap manusia, tempat maupun organisasi. Struktur maupun anggota dalam organisasi lambat laun pasti akan berubah. Kita tidak dapat pungkiri bahwa perubahan adalah sesuatu yang dibutuhkan dalam organisasi. Sedangkan perkembangan adalah sesuatu yang sama dengan pertumbuhan, organisasi akan berkembang atau berumbuh dari organisasi semula ketika baru dibentuk dengan yang sekarang sudah berjalan lebih lama. Itu berarti organisasi semakin matang atau siap untuk mencapai tujuannya. Tujuan perubahan pada organisasi yaitu untuk mempererat komunikasi anggota organisasi dan dapat menghemat waktu untuk pencapaian tujuan organisasi. Selain itu dengan adanya perubahan pasti menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya, dengan adanya perubahan mungkin tujuan organisasi akan lebih cepat tercapai karena kepengurusan organisasi yang dirubah maka kinerjanya akan berbeda dengan kepengurusan organisasi semula. Dampak negatifnya mungkin perubahan malah memperlambat tercapainya tujuan organisasi.
Sebaiknya sebelum diajukan perubahan dalam organisasi, anggota harus mengidentifikasi dan mengevaluasi apakan sudah diperlukan perubahan dalam organisasi. Jika belum dibutuhkan adanya perubahan maka tidak seharusnya diadakan perubahan, namun ketika perubahan sudah dibutuhkan barulah diadakan perubahan dengan syarat merubah organisasi kearah yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Pertanyaan:

1. Sebutkan cara menghindari penghambatan dalam melakukan perubahan organisasi!

Jawab:
Mendiagnosis perubahan apa yang diperlukan, menganalisis agar perubahan yang dilakukan tidak merugikan untuk organisasi, umpan balik untuk mengikutsertakan anggota lain agar ikut berpartisipasi dalam perubahan yang dilakukan, mengambil tindakan jika perubahan sudah menemukan hasil akhir, lalu mengevaluasi terhadap perubahan yang telah dilakukan dalam organisasi

2. Sebutkan organisasi yang sedang berkembang dan sebutkan dampaknya!

Jawab:
Salah satu organisasi yang sedang berjalan adalah petugas pembersihan paku dijalan raya. Manfaatnya sangatlah baik bagi pengendara maupun pejalan kaki.

3. Dalam organisasi apakah ada cara untuk melakukan perubahan organisasi tersebut?

Jawab:
  • Mengadakan perubahan struktur organisasi
  • Mengubah sikap dan perilaku pembinaan
  • Merubah tata kerja dalam organisasi
4. Apa yang membuat organisasi itu berubah, dan apakah perubahan itu akan menjadi lebih baik?

Jawab:
Organisasi mengalami perubahan ketika anggota merasa organisasi telah lama berjalan dan merasa tujuan organisasi belum juga tercapai atau kelambatan struktur organisasi sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi juga semakin lambat. Perubahan tidak selalu menjadikan organisasi lebih baik dari semula. Akan menjadi baik atau tidaknya perubahan yang terjadi tergantung kepada para anggota yang menerima perubahan tersebut, jika anggota menjalankan tugasnya sesuai dengan perintah maka organisasi akan menjadi lebih baik begitu pula sebaliknya.

5. Faktor apa yang sangat mempengaruhi dalam perubahan dan perkembangan organisasi?

Jawab:
Faktor yang mempengaruhi dapat berupa faktor eksternal atau faktor dari luar dan faktor dari anggota organisasi masing-masing.

6. Apa yang terjadi bila perubahan dan perkembangan suatu organisasi itu tidak berjalan dengan baik?

Jawab:
Lambat laun keberadaan organisasi akan hilang akibat perubahan dan perkembangan yang tidak berjalan dengan baik.

Resume Kelompok 4. Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi adalah suatu hal yang terpenting dalam semua bidang. Didalam organisasi komunikasi yang baik sangat diperlukan, karena jika komunikasi tidak berjalan dengan baik maka segala sesuatu yang dijalankan dalam organisasi tidak dapat terpenuhi bengitu pula dengan tujuan organisasi yang akan memakan waktu yang lebih lama apabila setiap anggota tidak dapat memahami komunikasi satu sama lain. Komunikasi digolongkan menjadi 5 golongan yaitu:

  1. Komunikasi lisan dan tertulis,
  • Komunikasi lisan adalah komunikasi secara langsung jadi informasi yang diterima juga langsung.
  • Komunikasi tertulis adalah komunikasi yang disampaikan melalui tulisan seperti surat, email atau perantara orang lain. Tidak secara langsung.
     2. Komunikasi verbal dan non verbal
  • Komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan langsung dengan suara seperti komunikasi lisan.
  • Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang disampaikan secara fisik atau gerakan seseorang yang menyesuaikan dengan tujuan informasi yang ingin disampaikannya atau sesuai dengan apa yang sedang dia rasakan.
     3. Komunikasi kebawah, keatas, dan kesamping
  • Komunikasi kebawah adalah komunikasi yang mengalir dari manajemen yang paling atas lalu sampai kemanajemen dibawahnya hingga kekaryawannya.
  • Komunikasi keatas adalah komunikasi yang mengalir dari manajemen paling bawah atau karyawan kemanajemen paling atas untuk mengetahui rencana kerja atau sekedar mencari informasi.
  • Komunikasi keasmping adalah komunikasi yang mengalir diantara dua manajemen yang sama jabatannya untuk saling menukar informasi atau sekedar merencanakan rencana kerja.
     4. Komunikasi formal dan informal
  • Komunikasi formal adalah komunikasi yang dilakukan secara formal atau resmi dan terstruktur
  • Komunikasi informal adalah komunikasi yang dilakukan secara tidak terstruktur atau tidak terorganisir.
     5. Komunikasi satu arah dan dua arah
  • Komunikasi satu arah adalah komunikasi dengan satu tujuan yaitu hanya sekedar memberikan informasi tanpa meminta adanya partisipasi dari pihak-pihak yang mendapatkan informasi tersebut.
  • Komunikasi dua arah adalah komunikasi dengan tujuan memberikan informasi dan juga menuntut pihak yang mendapat informasi untuk berpartisipasi menanggapi informasi yang telah didapat.
Jaringan Kerja Komunikasi

  1. Jaringan kerja rantai, jaringan kerja rantai dialirkan dari manajemen paling atas hingga manejemen paling rendah.
  2. Jaringan kerja lingkaran, jaringan kerja lingkaran adalah jaringan komunikasi dimana setiap anggotanya tidak memiliki ikatan apapun dengan anggota lain sehingga untuk berkomunikasi dapat dilakukan secara langsung tanpa ada batasan atau penghubung.
  3. Jaringan roda jaringan kerja yang memiliki penghubung untuk saling berkomunikasi. Jaringan roda memiliki suatu kelompok khusus untuk mengatur bagian komunikasi antar anggota lalu kemudian baru akan disampaikan keanggota jadi informasi tidak dapat dilakukan secara langsung.
  4. Jaringan kerja tanpa saluran, jaringan kerja yang menjamin setiap anggotanya dapat berkomunikasi tanpa penghubung atau perantara-peranta lainnya.

Saran Komunikasi

Komunikasi adalah kunci utama dalam segala bidang khususnya didalam organisasi yang melibatkan dua atau lebih orang. Dimana akan lebih membutuhkan saran komunikasi seperti berikut:
  • Pemahaman
  • Perhatian
  • Penerimaan

Pertanyaan:

1. Bagaimana cara mengatasi komunikasi yang terjadi antara anggota yang pasif dan anggota yang aktif?

Jawab:
Semua anggota harus bermusyawarah agar dapat saling memahami bagaimana cara berkomunikasi antara satu sama lain.

2. Apakah jenis-jenis komunikasi yang paling efisien?


Jawab:
Jenis komunikasi saluran total, karena komunikasi ini menjamin tidak menggunakan penghubung atau perantara sehingga komunikasi akan berjalan dengan lancar tanpa ada yang harus ditutup-tutupi kepada pihak perantara karena informasi yang disampaikan akan disampaikan langsung kepada penerima informasi.

3. Sebutkan jaringan komunikasi yang paling efisien untuk diterapkan!

Jawab:
Jaringan komunikasi lingkaran karena tidak adanya penghubung atau perantara jadi informasi yang disampaikan akan secara langsung sampai kepada pihak yang menerima informasi.

4. Bagaimana cara memecahkan masalah hambatan komunikasi dalam organisasi?

Jawab:
Menyusun masalah dengan rinci agar dapat mengetahui masalah apa yang menjadi hambatan dan meminta anggota untuk ikut berpartisipasi agar komunikasi dapat berjalan lancar kembali.

5. Upaya agar organisasi menjadi lebih eksis dan mampu menjalani fungsinya secara optimal?

Jawab:
Mempererat komunikasi antara manajemen atas kemanajemen bawahan. Dan memperluas komunikasi kedunia luar agar keberadaaan organisasinya tetap eksis dan diakui keberadaannya oleh masyarakat sekitar.

6. Berikan contoh kasus masalah komunikasi dalam kehidupan sehari-hari!

Jawab:
Dalam organisasi biasanya terdapat missunderstanding atau kesalahpahaman, masalah ini berawal dari cara komunikasi antar anggota yang tidak baik atau tidak lancar maka itu terjadi masalah didalam organisasi.

7. Apakah faktor utama yang menghambat suatu komunikasi dalam kehidupan sehari-hari?

Jawab:
Faktor utama penghambat komunikasi biasanya emosi dan juga ego dari masing-masing anggota sehingga tidak ada yang mau mengalah.

Minggu, 23 November 2014

Resume Kelompok 3. Proses Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Terdapat beberapa tipe dalam pengambilan keputusan dalam organisasi. Adanya pengambilan keputusan biasanya terjadi ketika ada suatu pemilihan ataupun konflik dalam organisasi. Berikut adalah tipe-tipe pengambilan keputusan:

1. Pembuat keputusan Ideal : Pembuat keputusan ini adalah keputusan yang memihak atau hanya mementingkan diri sendiri ataupun beberapa anggota. Jadi, hasil keputusan dapat merugikan orang lain juga merugikan organisasi itu sendiri.

2. Pembuat keputusan Receptive (menerima pendapat) : Tipe pembuat keputusan receptive ini merupakan pembuat keputusan yang dengan senantiasa menerima pendapat saran maupun kritik dari anggotanya demi kebaikan organisasi agar hasil keputusan yang diambil tidak akan merugikan para anggota dan juga organisasi itu sendiri.

3. Pembuat keputusan Exploitative (pemeras) : Pembuat keputusan explotitative seharusnya tidak diperbolehkan untuk digunakan lagi karena tipe ini akan memaksa anggota organisasi untuk menyetujui apapun hasil keputusan yang diambilnya dengan tindakan pemerasan. Walaupun hasil keputusan kemungkinan besar akan merugikan banyak anggota dan juga organisasi tersebut namun anggota tidak memiliki pilihan lain karena pembuat keputusan ini melibatkan unsur pemeras.

4. Pembuat keputusan Hoarding (penimbun) : Pembuat keputusan ini akan menimbun atau mengumpulkan keputusan dari anggota lain dari organisasi tersebut baru akan menyimpulkan keputusan mana yang paling baik untuk diambil.

5. Pembuat keputusan Marketing (pemasaran) : Pembuat keputusan ini akan mengutamakan pengambilan keputusan yang menggunakan tipe pemasaran atau marketing.

Adapun proses pembuatan Keputusan adalah sebagai berikut:

1.  Meneliti lingkungan yang memerlukan keputusan
2. Memilih arah, merancang, menemukan, mengembangkan dan menganalisa kemungkinan arah tindakan
3. Memilih arah tindakan tertentu dari berbagai alternatif
4. Memeriksa dan membuat keputusan final

Pertanyaan :

1. Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi?

Jawab:
Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi yaitu voting dari semua anggota organsasi agar hasil pengambilan keputusan adil, musyawarah agar semua anggota mengetahui hasilnya dengan terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi dan mufakat.

2. Dalam tipe marketing, jelaskan aplikasinya bagaimana caranya?

Jawab:
Pembuat keputusan yang berdasarkan orientasi pada kesempatan keputusan ,ia fokus untuk mendapatkan suatu keputusan. Contoh aplikasinya yaitu Moboginie. Moboginie mengeluarkan marketing bentuk topi putih dan topi hitam. Tujuannya memasarkan iklan dan moboginie termasuk software opensource.

3. Contoh tipe pemeras dalam Organisasi!

Jawab:
Contohnya adalah seperti kerja rodi dan romusha pada saat Indonesia dibawah penjajahan Belanda dan Jepang. Masyarakat Indonesia tidak memiliki pilihan lain selain menuruti Belanda dan Jepang.

Jumat, 21 November 2014

Resume Kelompok 2. Konflik Dalam Organisasi

Konflik merupakan hal yan tak dapat dipungkiri lagi dalam suatu organisasi. Penyebab terjadinya konflik dapat bermacam-macam. Penyelesaiannya pun beragam sesuai dengan permasalahan yang dihadapi organisasi tersebut. Adapun cara-cara penyelesaian konflik adalah sebagai berikut:

1. Problem Solving : Metode ini adalah metode yang tergolong rumit dan membutuhkan waktu penyelesaian yang cukup memakan waktu lebih, karena penyebab dari konflik yang menggunakan metode ini biasanya adalah kesalahpahaman, maka masalah akan diteliti dari awal dan mempertimbangkan banyak pemikiran anggota organisasi untuk hasil akhirnya.

2. Obliging : Metode obliging ini adalah metode yang bertujuan meluruskan permasalahan dan tergolong metode yang sama-sama menguntungkan bagi semua anggota. Karena metode ini mengutamakan orang lain bukan diri sendiri. Maka hasil yang didapatkannya pun biasanya dengan mudah diterima oleh semua anggota karena tidak ada yang merasa dirugikan.

3. Forcing : Metode forcing adalah metode yang memaksa. Biasanya digunakan dalam keadaan waktu yang sempit atau terpaksa. Forcing ini memaksa semua anggota untuk menerima hasil keputusan, maka dari itu metode ini tidak populer digunakan kecuali jika konflik sudah mengakar dan meyebar luas hanya karena salah satu anggota yang memperlambat tujuan organisasi tercapai. Jika begitu maka dengan sangat terpaksa metode ini akan digunakan yaitu mengeluarkan anggota tersebut untuk kepentingan organisasi.

4. Avoiding : Terkadang ada beberapa masalah yang tidak harus diselesaikan. Seperti masalah-masalah yang sederhana yang sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. Kadang kita hanya harus menghindar dan saling menenangkan diri karena mungkin itu hanyalah emosi sesaat. Dengan metode ini konflik tidak akan menjadi luas.

5. Compromising : Metode ini juga merupakan metode yang cukup efektif. Karena pengambilan keputusan tidak sepihak, metode ini akan merundingkan keputusan apa yang paling bijak untuk diambil ketika terjadi konflik. 

Tujuan organisasi akan tercapai ketika konflik dalam organisasi tersebut dapat diselesaikan dengan bijak oleh anggota. Kesungguhan anggota dalam membangun sebuah organisasi akan terlihat dari bagaiman cara mereka menyelesaikan konflik demi konflik yang terjadi dalam organisasinya. 

Pertanyaan: 

1. Berikan contoh konflik dan penanganannya!

Jawab:
Ketika konflik yang terjadi hanyalah konflik yang kecil maka metode yang digunakan juga metode yang cocok dengan konflik yang sedang terjadi. Keputusan anggota untuk menyelesaikan konflik haruslah bijak. Untuk konflik sederhana metode yang digunakan juga harus yang sederhana seperti avoiding. Tidak semua konflik harus dibesar-besarkan dan langsung menggunakan metode seperti metode forcing atau problem solving. Karena hanya akan membuang-buang waktu dan tujuan organisasi akan menjadi lambat untuk dicapai.

2. Bagaimana tanggapan kalian tentang konflik sidang saat pemilihan ketua DPR?

Jawab:
Seharusnya sebagai wakil rakyat dapat lebih menghargai satu sama lain. Ketika mengemukakan pendapat saja para wakil rakyat tidak dapat saling menghargai dan menghormati satu sama lain bagaimana ketika harus mengatur negara. Dengan adanya konflik seperti yang telah terjadi maka kepercayaan rakyat kepada wakil rakyatnya pun pasti akan berkurang. Seharusnya para wakil rakyat dapat menenangkan diri dan meredam emosi saat sedang ada pemilihan ketua DPR maupun dalam kondisi pemilihan apapun.

3. Bagaimana dampak organisasi yang menggunakan metode Problem Solving ketika menyelesaikan suatu konflik?

Jawab:
Ketika konflik memang sudah menyebar luas, bila anggota masih memaksakan keutuhan anggota organisasi dan tetap menginginkan tercapainya tujuan organisasi maka metode ini harus digunakan. Walaupun metode ini akan memakan waktu yang sangat lama karena akar dari awal konflik akan diidentifikasi terlebih dulu. Dengan begitu konflik akan ditemukan jalan keluarnya dan anggota penyebab konflik akan ditemukan, Dampaknya tujuan organisasi akan lebih lama tercapai karena anggota sibuk untuk menyelesaikan konflik dengan metode Problem Solving ini.

4. Dalam konflik Ahok yang meninggalkan Gerindra, menurut kalian apa tindakan tersebut benar atau salah?

Jawab:
Dalam konflik ini saya pun tidak begitu mengetahuinya karena kita semua tau bagaimana canggihnya teknologi yang kini telah beredar. Dengan kecanggihan teknologi semua dapat dibeli termasuk media. Terlalu banyak pro dan kontra dalam permasalahan ini. Dan lagi-lagi media adalah permainan termudah untuk memprovokasi penontonnya. Jadi, untuk benar atau salahnya tindakan Ahok yang meninggalkan Gerindra.

5. Metode apa menurut kalian yang paling efektif dalam menyelesaikan konflik?

Jawab:
Dalam penyelesaian konflik sebenarnya tidak ada cara yang paling efektif. Semua metode memiliki dampak bagi organisasi, Namun saya sarankan untuk menggunakan metode compromising, maka tidak ada yang merasa dirugikan ketika pengambilan keputusan untuk konflik yang terjadi.

Minggu, 16 November 2014

Resume Kelompok 1. Arti Penting Organisasi Dalam Bermasyrakat

organisasi adalah suatu perkumpulan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama. perkumpulan ini terbentuk secara direncanakan dan tidak direncanakan. Masing-masing organisasi pasti memiliki tujuan, untuk mencapai tujuan tersebut maka dalam organisasi pada umumnya akan disusun struktur pengorganisasian diantaranya adalah pemimpin, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi pengorganisasian lainnya yang berfungsi untuk membantu agar tujuan organisasi cepat tercapai. Dalam berorganisasi setiap orang dari organisasi tersebut harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, dapat bekerja sama antar anggota, dapat mengesampingkan urusan pribadi, dan mampu mengerjakan tugasnya masing-masing.
Dalam bermasyarakt organisasi sangat dibutuhkan untuk menjalin silaturahmi dan saling berbagi informasi antar masyarakat. Disamping itu juga organisasi dalam bermasayarakat juga dibutuhkan agar tujuan bersama dalam bermasyarakat tercapai. Adapun prinsip-prinsip organisasi yaitu adanya rasa tanggung jawab/komitmen yang kuat, adanya visi misi dalam organisasi tersebut sehinga organisasi berjalan sebagaimana yang seharusnya, dapat bekerja sama dan juga dapat menjalani tugasnya masing-masing agar tujuan organisasi dapat segera tercapai.

Pertanyaan:

1. Bagaimana tanggapan anda tentang organisasi yang menyimpang?

Jawab: Pada umumnya organisasi yang memiliki tujuan dan juga anggota yang jelas akan mewujudkan organisasi yang tidak menyimpang. Jika ditemukan organisasi menyimpang, maka organisasi tersebut berarti memiliki masalah didalamnya. Masalah tersebut dapat timbul dari orang dari dalam organisasi tersebut atau internal adapula faktor eksernal dari luar yaitu keikut campuran orang lain yang merusak tujuan awal organisasi yang semula tidak menyimpang menjadi menyimpang. Sebaiknya, organisasi yang menyimpang dibubarkan saja karena selain dapat mengganggu anggota organisasi tersebut dapat juga mengganggu organisasi lain maupun perorangan atau individu lain.

2. Bagaimana tanggapan anda dengan perbedaan organisasi dulu dengan organisasi sekarang ketika organisasi tak lagi harus tatap muka seperti dulu?

Jawab: Kemajuan teknologi pada jaman sekarang memang sudah tidak dapat dipungkiri atau dihindari lagi. Maka cara bagaimana organisasi berkomunikasi pun berubah seiring berjalannya waktu. Pada jaman sekarang ini, segala komunikasi sangatlah instan. Organisasi kini sudah dapat dibentuk hanya dalam hitungan detik, dengan adanya media sosial maka organisasi sudah dapat dengan mudahnya terbentuk. Dan dengan adanya teknologi seperti sekarang maka setiap anggota sudah tidak perlu lagi berkumpul untuk merundingkan sesuatu yang sepele atau urusan yang masih dapat dibicarakan dengan text ataupun videocall. Namun, ketika pembicaraan yang akan dibicarakan sudah sangat penting dan tidak dapat dibicarakan lewat text ataupun videocall, maka setiap anggota harus berkumpul dan merundingkannya secara langsung seperti cara komunikasi organisasi dulu. Sebenarnya, dengan adanya teknologi seperti media sosial cukup membantu komunikasi antar anggota organisasi. Namun pengguna juga harus berhati-hati ketika pembicaraan yang dibicarakan merupakan sesuatu yag cukup serius maka sebaiknya tidak dibicarakan lewat media sosial karena media sosial sangat rentan terhadap penyadapan atau hack. Akan lebih baik ketika pembicaraan serius itu dibicarakan langsung agar tidak disadap orang lain yang bertujuan untuk menghancurkan organisasi. Pasti akan selalu ada sisi positif maupun sisi negatif dalam suatu penemuan baru, hanya kita sebagai pengguna yang harus menyesuaikan bagaimana menggunakannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

3. Sebutkan contoh organisasi informal!

Jawab: Pemuda Pancasila, KOMUNITAS, 234SC, dan lain-lain.

4. Sebutkan contoh organisasi formal!

Jawab: BEM, FPI, dan lain-lain.

5. Sebutkan contoh organisasi yang bergerak dalam bidang sosial!

Jawab: SAR, Posyandu, dan lain-lain.
. 

Kamis, 09 Oktober 2014

Teori Organisasi Umum "Opini"

Opini

            Sebelum mengawali artikel ini saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Ira yang telah memberikan tugas Softskill yang menurut saya sangat kreatif. Karena saya suka sekali menulis, jadi tugas ini merupakan tugas yang mengasyikan (walaupun pada awalnya saya berfikir “Duh kok softskill sekarang jadi lebih ribet dari 2 semester sebelumnya ya. Dan mungkin akan jadi PR bgt nih harus menulis artikel sampai 15 blm lagi makalahnya” tapi setelah ibu bilang artikel bebas tentang apapun saya jadi kembali bersemangat). Ya walaupun tutur bahasa dan gaya penulisan saya masih belum begitu sempurna dan mungkin akan terkesan begitu kaku semoga bermanfaat.
            Pada artikel ini saya membuat opini tentang Ibu Ira terkait dengan apa yang Ibu sampaikan tadi. Semua penyampaian Ibu dalam menyampaikan apa dan maksud dari softskill yang selama 2semester ini saya pelajari tadi sangat menjelaskan betapa softskill adalah bagian yang tidak kalah penting dengan hardskill. Saya menyukai bagaimana Ibu menjelaskan. Semua terlihat nyaris sempurna, penampilan, tutur bahasa, ketegasan Ibu dalam menjelaskan, dan juga cara pandang Ibu terhadap Dunia. Jarang saya temukan ada seorang Ibu, seorang Istri, seorang Dosen, bahkan juga seorang Mahasiswa yang dapat menyeimbangkan semua pekerjaannya dalam satu harmoni yang berjalan seimbang seperti Ibu. Mungkin memang banyak Ibu-Ibu lainnya yang juga memiliki kesibukan yang sama dengan Ibu tapi saya tidak begitu yakin apakah mereka bisa menyeimbangkan semua pekerjaannya seperti yang Ibu lakukan saat ini setiap harinya. Mungkin artikel ini terkesan terlalu menyanjung, namun saya yakin banyak mahasiswa yang juga sependapat dengan saya mengenai Ibu. Pada penjelasan Ibu tadi saya paling menyukai ketika Ibu meluruskan pemikiran seorang Ibu yang baru membuka usaha rajutnya dan Ibu itu meminta bayaran kepada Ibu-Ibu lain yang dia ajarkan merajut, ketika Ibu meluruskan bahwa Ide dan kreatifitas tidak akan pernah habis, saya sangat setuju. Otak manusia memiliki jutaan Ide yang tidak akan pernah ada habisnya. Satu otak manusia dengan otak manusia lainnya pastilah berbeda. Maka tidak seharusnya Ibu tersebut merasa Ide atau kreatifitasnya akan dicuri atau merasa dirugikan hanya dengan mengajarkan seni merajut tersebut. Saya pribadi percaya bahwa semakin ilmu yang kita miliki kita bagikan keorang lain maka ilmu kita pun akan semakin bertambah. Saya juga meyukai bagaimana Ibu mencoba bernegosiasi dengan Pengrajin saat Ibu ingin melakukan Penelitian. Pada saat Ibu bernegosiasi Ibu dapat mengerti kekhawatiran Pengrajin tersebut hingga akhirnya Ibu diizinkan untuk melihat langsung pembuatan pola-polanya. Saya pun berfikir demikian, untuk dapat dimengerti orang lain kita tidak dapat memaksakannya. Kita perlu lebih dulu mengerti orang tersebut, barulah secara perlahan mengajaknya untuk juga lebih mengerti kita.

            Mungkin hari ini adalah hari pertama saya bertemu dengan Ibu, masih banyak lagi pertemuan-pertemuan selanjutnya yang mungkin Ibu akan membuat saya menjadi lebih terkagum lagi dengan Ibu. 

Teori Organisasi Umum "Konflik dalam Organisasi"

 

Salazen Grum Template by Ipietoon Cute Blog Design